Selamat Datang Di Sistem Informasi Desa Sukamanah Kecamatan Pangalengan | Pelayanan Kantor Desa Hari Senin s.d Jum'at Pukul 08.00 s.d 15.30 WIB | Datang Ke Kantor Desa Sukamanah Kecamatan Pangalengan, Pastikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) anda terdaftar di Sistem Informasi Desa. Selamat Datang Di Sistem Informasi Desa Margaluyu Kecamatan Pangalengan | Pelayanan Kantor Desa Hari Senin s.d Jum'at Pukul 08.00 s.d 15.30 WIB | Datang Ke Kantor Desa Margaluyu Kecamatan Pangalengan, Pastikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) anda terdaftar di Sistem Informasi Desa.

Artikel

Sejarah Desa

27 Agustus 2016 02:38:09  Administrator  582 Kali Dibaca 

Negara Republik Indonesia merupakan negara agraris dimana mayoritas penduduknya bermata pencaharian  bercocok tanam. Demikian pula halnya dengan penduduk Desa Margaluyu, sejak jaman dahulu terkenal dengan hasil buminya terutama sayur mayur meskipun penduduk Desa Margaluyu terdapat pegawai BUMN dan karyawan swasta namun kuantitasnya kecil dan itu pun bergerak di bidang pertanian perkebunan yang notabene masih mengandalkan produksi pengolahan hasil bumi.

Desa Margaluyu sekarang ini adalah wujud dari sejarah yang panjang merupakan mata rantai yang tidak terputus putus dari sejarah berdirinya bangsa Indonesia, berbagai kejadian yang telah tercatat meski hanya dari mulut ke mulut, atau dari cerita orang tua, namun masih dapat dipertanggungjawabkan, insya Allah.

Menurut cerita orang tua, bahwa tatkala tanah Pasundan dikuasai oleh Sultan Agung dari Mataram, daerah Sukaluyu pun dengan sendirinya termasuk daerah kekuasaannya yang pada waktu yang menjadi Bupati Bandung adalah Demang Adisutra. Pada tahun 1811 Demang Adisutra menyerahkan kekuasaannya kepada Pemerintah Belanda yang dipimpin oleh Daendels, selanjutnya Daendels memerintahkan kepada Bupati Bandung ( waktu itu ) RA. Wiranatakusumah dan Rd. Indrijadirdja untuk memindahkan  Ibu Kota Kabupaten Bandung dari Dayeuh Kolot ke Dalem Kaum ( Bandung ). Hal ini dimaksudkan supaya Ibu Kota Kabupaten Bandung dekat dengan jalan raya ( dalam sejarah Nasional terkenal dengan sebutan jalan Daendels ), pemindahan Kabupaten Bandung ini terjadi pada tanggal 23 Mei 1811.

Konon ketika itu Rd. Aria Natanegara yang menjadi Wedana Banjaran memerintahkan untuk dibuka tanah hutan disebelah selatan, pembukaan hutan ini mendapat bantuan dari Embah Esti dan Embah Nurbayin.

Setelah keluar Undang-Undang Agraria Belanda pada tahun 1870, maka membanjirlah modal asing Belanda di daerah Sukaluyu dengan cara membuka perkebunan dengan  hak Erfaknya. Secara berangsur-angsur lereng gunung dan hutan dibuka oleh Bangsa Belanda dan menjelmalah perkebunan, seperti ; Pasir Malang (yang sebagian masuk kewilayah Desa Margaluyu),

Sekitar tahun 1945 setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, berdirilah Desa Palayangan sebagai Lurahnya Dalem Idi yang kemudian pada tahun 1955 diganti oleh Lurah Basar dengan pergantian nama Desa pula menjadi Desa Warnasari.

Sekitar tahun 1978 Desa Warnasari mengalami pemekaran wilayah mengingat waktu itu dirasa telah cukup untuk melakukan pemekaran menjadi dua desa diantaranya Desa Margaluyu dengan Kepala Desa yang pertama Dayat Yanto dan Desa Warnasari itu sendiri.

Pada pertengahan tahun 1984 Desa Margaluyu pun mengalami pemekaran wilayah desa menjadi dua desa yaitu Desa Margaluyu itu sendiri yang mengambil wilayah bagian Barat dan Desa Sukaluyu diwilayah bagian Timur.Desa Margaluyu pada saat itu mempunyai Kepala Desa dan dijabat oleh Dayat Yanto, hingga pada tahun 2006 .

Pada tahun 2006 terjadi pemilihan Kepala Desa kedua dan Kepala Desa terpilih adalah Edi Mulyadi periode 2006 - 2014.  masa kepemimpinan Edi Mulyadi terjadilah kejadian yang luar biasa yaitu Gempa Bumi pada tanggal 2 September 2009 dengan skala 7,3 Richter yang mengakibatkan, 736 Rumah Rusak Berat, 170 Rumah Rusak Sedang dan 636 Rumah Rusak Ringan serta ditambah dengan Gedung Pemerintahan, sarana Pendidikan dan sarana Ibadat mengalami rusak Berat. Berbagai langkah pemerintah Desa mengupayakan bantuan baik bahan pokok makanan untuk masyarakat ataupun bantuan untuk pembangunan Rumah yang mengalami kerusakan tersebut.

Pada Tahun 2019 masa jabatan dari Kepala Desa Margaluyu yang di duduki oleh Edi Mulyadi telah habis sampai pada Bulan Februari. Selanjutnya Jabatan Kepala Desa dipimpin oleh Imran Syafrin selaku pemangku jabatan sementara di Desa Margaluyu sampai pada masa Pelantikan Kepala Desa Margaluyu yang baru. Menuju akhir Tahun 2019 pemilihan Kepala Desa dilaksanakan dan Rohimat terpilih menjadi Desa Margaluyu periode 2019 – 2025.

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Peta Desa

Aparatur Desa

Back Next

Sinergi Program

Agenda

Belum ada agenda

Statistik Penduduk

Info Media Sosial

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:105
    Kemarin:38
    Total Pengunjung:9.746
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:44.201.68.86
    Browser:Tidak ditemukan